Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2009

Ahlul bid'ah

A. Arti Ahlul Bid’ah. Ahlul bid’ah adalah mereka yang berpegang kepada salah satu dasar atau prinsip bid’ah, atau keislamannya berlumuran dengan bid’ah walaupun tidak berpegang kepada salah satu prinsip bid’ah. Mereka yang selamat dari hal tersebut, maka bukanlah ahlul bid’ah dan masih merupakan bagian dari Ahlus Sunnah, meskipun jahil terhadap banyak hal dari prinsip-prinsip dasar dalam Sunnah dan Jama’ah. Walaupun demikian, kedudukan orang seperti ini, yang kebanyakan adalah orang-orang yang malas untuk mempelajari manhaj Ahlus Sunnah, sangat berbahaya dan sangat rawan terjatuh ke dalam lingkaran bid’ah. Ketetapan hukum di atas semakin memperjelas definisi Ahlus Sunnah, bahwa Ahlus Sunnah adalah seluruh kaum muslimin setelah dikurangi atau dikecualikan ahlul bid’ah.

Bid'ah

A. Penjelasan Tentang Bid’ah. Sudah dijelaskan sebelumnya, arti dari kata Sunnah. Maka pada bab ini kita menyoba untuk menyelami artibid’ah. Bid’ah adalah semua aqidah, amal perbuatan atau peribadatan yang mengatasnamakan Islam tetapi tidak pernah disyari’atkan oleh Islam. Semua bentuk ritual keagamaan yang dilakukan untuk meng-harapkan pahala dari Alloh Subhanahu Wataala tetapi tidak ada dalam ajaran-ajaran Rosululloh Salallahua Alaihi Wasalam ,adalah bid’ah. Cara mema-hami dan menerapkan Islam yang berbeda dengan man-haj Rosululloh Salallahua Alaihi Wasalam dan para sahabatnya adalah bid’ah. Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan bid’ah yang harus diketahui:

Rambu-Rambu Sirotulmustaqim 2 : ITTIBA'

B. Ittiba’. 1. Arti ittiba’. Ittiba’ berarti “pengikutan”. Ittiba’ yang dimaksud sebagai dasar agama Islam adalah pengikutan ke-pada Rosululloh Salallahu Alaihi Wasalam dalam memahami Islam dan menerapkannya. Karena Rosululloh Salallahu Alaihi Wasalam sendiri hanya komitmen terhadap pengikutan kepada wahyu Ilahi, maka pada hakikatnya ittiba’ adalah mengikuti wahyu dari Alloh Subhanahu Wataala.

Rambu-Rambu Sirotulmustaqim 1 : Tauhidulloh

A.Tauhidulloh "Mengesakan Alloh Subhanahu Wata'ala". 1. Arti Tauhid. Tauhid adalah mengesakan Alloh Subhanahu Wataala dalam rububiyah-Nya, yaitu dalam perbuatan-perbuatan ketuhanan-Nya, dan dengan mengesakan dan memuliakan nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta mengesakan Alloh Subhanahu Wataala pada hak-hak-Nya sebagai Ilah (Tuhan) untuk seluruh alam.

Firqotunnajiyah 2 : Asal Usul Nama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

E. Asal Usul Nama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Nama Ahlussunnah wal Jamaah diambil dari hadits Nabi. Di antara hadits-hadits tersebut misalnya: (( عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِي )) “Ikutilah sunnahku dan sunnah khulafaurrosyidin sepeninggalku....” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi) (( فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي )) “Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka dia bukanlah dari golonganku!” (HR. Bukhori)

Firqotunnajiyah, Satu-satunya golongan yang selamat

A. Firqotunnajiyah. Arti dari firqotunnajiyah adalah golongan yang selamat. Maksudnya adalahgolongan yang tidak memasuki neraka sebelum memasuki surga. Hal ini telah dika-barkan oleh Rosululloh Salallohualaihi Wasalam dalam hadits-haditsnya. Dalam hadits-hadits tersebut telah dijelaskan sifat-sifat global dari golongan tersebut, di antaranya: “Mereka yang mengikuti jejakku dan para sahabatku.” Yang dimaksud dengan kalimat ini adalah “mereka yang mengikuti ajaran-ajaranku dan para sahabatku dalam memahami dan melaksanakan Islam (dengan kata lain mengikuti Sunnah)”.

Terpecah dan yang benar hanya Satu

Karena penyelisihan sirotulmustaqim macam kedua bersifat sangat samar dan tujuan buku ini adalah meluruskan ser-ta menerangkan jalan titian kita pada dasar-dasar Islam, maka buku ini lebih difokuskan kepada penyelisihan ma-cam kedua, yaitu penyelisihan mendasar dengan tetap adanya penerimaan kepada syahadatain. Alloh Subhanahu Wataala adalah satu-satunya Robb (Tuhan) yang benar, dan Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Tetapi pada zaman kita sekarang ini, kita dapati “banyak Islam”. Berdasarkan prinsip asasi bahwa Islam yang be-nar hanyalah satu, maka di antara yang banyak itu, hanya satu Islam yang benar-benar Islam dan murni.

Yang Benar Hanya Islam

Untuk beribadah kepada Alloh Subhanahu Wataala dan untuk mencapai keridoan-Nya, Alloh Subhanahu Wataala hanya menurunkan satu agama kepada hamba-hamba-Nya, sejak awal penciptaan manusia hingga hari kiamat kelak, yaitu agama Islam. Seluruh nabi, dari Nabi Adam Alaihi Salam sampai Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam hanya membawa dan mendakwahkan agama Islam. Itulah sirotul-mustaqim. إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ “Sesungguhnya agama (yang diridoi) di sisi Alloh hanyalah Islam.” [QS. Ali ‘Imron (3): 19]
Karena demikian pentingnya hidayah (petunjuk) yang menuntun kita untuk menuju dan meniti sirotulmustaqim, maka diwajibkan atas kita untuk memohonnya dari AllohSubhanahu Wataala dalam setiap solat kita, yaitu ketika membaca ayat keenam dari surat al-Fatihah: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ “Tunjukilah kami sirotulmustaqim (jalan yang lurus).” [QS. al-Fatihah (1): 6] Akan tetapi, ketika arti sirotulmustaqim adalah Islam itu sendiri, mengapa kita yang sudah menjadi orang-orang Islam, masih saja diperintahkan untuk terus memohon sirotulmustaqim, bahkan sampai akhir hidup kita? Bukankah kita telah mendapatkannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu menyimak hal-hal berikut: A. Arti “Hidayah”. Dalam ayat-ayat al-Qur’an, hidayah mempunyai dua arti atau dua sisi dari satu arti. Yaitu: 1. Hidayah dalam arti “ilmu”. Pada hakikatnya substansi kata-kata hidayah adalah “ilmu”. Yaitu ilmu yang benar yang menuntun se-seorang menuju sirotulmustaqim dan memandunya untuk meniti jalan terse...

Sirotulmustaqim ( Jalan Yang Lurus )

Sirotulmustaqim adalah sebuah ungkapan atau istilah yang disebut dalam banyak ayat al-Qur’an al-Karim. Secara bahasa, sirot berarti jalan yang mudah dilalui, sedangkan arti dari mustaqim adalah yang lurus, serta tidak bengkok dan cacat. Alloh Subhanahu Wataala menyebutkan sirotulmustaqim dalam banyak ayat al-Qur’an yang merupakan firman-Nya, dan Alloh Subhanahu Wataala pun menegaskan bahwa Dia Yang Maha Agung lagi Perkasa berada di atas sirotulmustaqim. إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ “...Sesungguhnya Robbku di atas sirotulmustaqim (jalan yang lurus).” [QS. Hud (11): 56] Alloh Subhanahu Wataala memberikan hidayah berupa sirotulmustaqim kepada Nabi-Nya, Muhammad Salallahua Alaihi Wasalam قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ “Katakanlah: ’Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Robbku sirotulmustaqim (jalan yang lurus), (yaitu) agama yang benar, agama Ibrohim yang lurus, dan Ibrohim itu ...

Titik Mula Sebuah Perjalanan 2

Sebenarnya sebelum kejadian itu Setan pun telah meng-ucapkan ancaman-ancamannya terhadap Adam dan anak-cucu keturunannya.... Alloh Subhanahu Wataala berfirman: قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ "Iblis menjawab: Karena Engkau telah meng-hukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus (Sirotulmustaqim)." [QS. al A’rof (7): 16] قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ "Iblis menjawab: (aku bersumpah) demi kejayaan Mu (demi Alloh), Aku akan menyesatkan merekasemuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka. [QS. Shod (38): 82- قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ "Iblis berkata: Wahai Robbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, akan kujadi-kan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya....

Titik Mula Sebuah Perjalanan

Di suatu waktu yang sangat syahdu... di tempat yang sangat tinggi dan mulia...di atas lapisan langit-langit yang biru... di waktu itu dan di tempat itulah manusia pertama dicipta-kan. Diciptakan dari gumpalan tanah yang dibentuk dan disusun langsung oleh Pencipta alam semesta...Alloh Subhanahu Wataala . Sebelum gumpalan tanah itu menjadi makhluk hidup yang sangat dimuliakan dan diberi nama Manusia... telah terjadi dialog sakral di alam yang sakral pula. Alloh Subhanahu Wataala berfirman: وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ "Ingatlah ketika Robbmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang kholifah di muka bumi. Merekapun (para malaikat) berkata: Mengapa Engkau menjadikan (kholifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya danmenumpahkan darah, pada...